Potong Jalur Lalin, Berbahaya?

Setiap pagi berangkat ke kantor dan sore hari pulang ke rumah, Bloggerwan selalu menyaksikan pemandangan yang sama. Pemandangan yang menggemaskan dan kadang menyebalkan. Tapi, itulah yang Bloggerwan harus terima dengan lapang dada juga berharap supaya Bloggerwan tidak terbawa oleh mereka yang melakukan hal tersebut sekalipun terdesak. Karena tindakan tersebut tidak saja membahayakan dan merugikan bagi orang lain tapi juga bagi diri sendiri.

Di mulai dari Jalan Bekasi Raya selepas terminal bus Pulo Gadung, melalui Jalan Sultan Hamengku Buwono IX hingga Jalan Sultan Agung, disepanjang jalan tersebutlah terpapar pemandangan tersebut. Seakan sudah terbiasa dan tidak ada yang menghalangi maka hal tersebut selalu berulang dan berulang. Harga pemandangan tersebut jika “dijual” seharga Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Berminat? Jika, jawaban Anda adalah “Ya” maka silakan lihat video dibawah ini.

Potong Jalur Lalin, demikianlah Bloggerwan memberi judul terhadap pemandangan diatas. Menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN Tanggal 22 Juni 2009, memotong atau melawan arus lalu lintas melanggar Pasal 287 Ayat 3, berbunyi Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf d atau tata cara berhenti dan Parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf e dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Sebagai kelanjutan, Pasal 106 berbunyi Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. rambu perintah atau rambu larangan;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. gerakan Lalu Lintas;
e. berhenti dan Parkir;
f. peringatan dengan bunyi dan sinar;
g. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atau
h. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

Lalu apakah dengan uang Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) bisa langsung lolos dari jeratan undang-undang? Hmm, bila Anda berpikir Ya, silakan membaca sendiri apa yang disebutkan pada Pasal 310 dan Pasal 311 mengenai sanksi yang harus ditanggung.

Terlepas dari pasal berapa, ayat yang mana, berapa banyak uang denda yang harus dibayarkan dan sanksi yang harus dihadapi, satu hal yang jelas adalah keselematan dalam berlalu lintas harus selalu diperhatikan. Janganlah karena tidak ada petugas Kepolisian lantas aturan di jalan raya dilanggar! Ada pameo yang beredar yaitu “aturan dibuat untuk dilanggar” tapi kalau urusannya nyawa, bagaimana? Konon kabarnya, kecelakaan lalu lintas disinyalir menjadi pembunuh terbesar nomor tiga di Indonesia setelah penyakit jantung dan penyakit tuberculosis jika pameo tersebut dipertahankan bukan tidak mungkin akan menjadi nomor satu.

Ah! Semoga saja dimasa mendatang lebih baik lagi.

Dapat uang melalui internet var linkwithin_site_id = 1868317;Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... StumbleUpon

Comments are closed.

Silakan baca selengkapnya di Bloggerwan - Potong Jalur Lalin, Berbahaya?. Terima kasih.